Keanekaragaman
organisme disebabkan oleh evolusi biokimiawi dan evolusi struktur tubuh
organisme. Proses evolusi terjadi karena perubahan lingkungan
abiotik/habitat,
tempat organisme tersebut melakukan aktivitasnya. Hasil dari proses
evolusi
organisme tersebut memberikan gambaran khas suatu kelompok organisme
yang
digunakan para saintis untuk klasifikasi organisme. Pengelompokan dan
pengklasifikasian organisme didasarkan oleh karakter morfologi dan
keprimitifan
kelompok organisme. Sehingga klasifikasi organisme menjadi cerminan
perjalanan
evolusinya.
Saat ini
dikenal ada 5 kelompok (kingdom) organisme, yakni:
-
Kingdom Monera
-
Kingdom Protista
-
Kingdom Fungi
-
Kingdom Plantae
-
Kingdom Animalia
Secara
skematis, garis evolusi kelompok-kelompok organisme tersebut sebagai
berikut:

Sumber : Ward & Hetzel (1980)
Kingdom
monera
Organisme
prokariata dengan ciri inti sel primitif, ribosom yang unik dan tidak
ada
organel sel pada sitoplasma.
Terbagi dalam
2 kelompok:
1.
Eubacteria
(bacteri sejati), contoh: bakteri E. coli
2.
Archaebacteria
(bakteri purba)
Ad 1. Alga
biru (blue green algae)/Phylum
Cyanophyta
atau Cyanobacteria, yang memiliki sebuah membran jaringan kerja yang
penuh
dengan pigmen tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
Ad 2.
Bacteria/Phylum
Schizophyta
dengan ciri mempunyai lipida pada membran sel, dinding selnya tidak
mempunyai
peptidoglikan, dan dapat hidup ditempat yang sangat ekstrem.

Phylum Cyanophyta

Phylum Schizophyta
Kingdom
Protista
Protista
adalah kelompok eukariota uniseluler dengan anggota sebagian bersifat
hewan
(=protozoa) dan sebagian lagi bersifat tumbuhan (=protophyta).
Protophyta ini
mempunyai anggota dari beberapa tumbuhan algae (algae uniseluler).
Yang termasuk
dalam kelompok protozoa:
-
Phylum
Zoomastigina,
contoh: Tripanosoma
-
Phylum
Sarcodina, contoh:
Foraminifera, Radiolaria, Amoeba
-
Phylum Sporozoa,
contoh:
Sporozoa
-
Phylum
Ciliophora, contoh:
Paramecium
Kelompok algae
uniseluler (Protophyta)
-
Phylum
Euglenophyta,
contoh: Euglena
-
Phylum
Chrysophyta,
contoh: Diatomae
-
Phylum
Pyrrophyta, contoh:
Dinoflagelata

Kelompok Protozoa

Phylum Euglenophyta

Phylum Chrysophyta
Kingdom
Fungi
Organisme
eukariota multiseluler yang non-fotosintetik yaitu tidak memiliki
kloroplas.
Fungi tumbuh dengan mycelium/hyphae di bawah tanah, dan dinding selnya
mirip
dengan dinding sel tumbuhan. Fungi terdiri dari khamir (yeast), kapang
(mold),
dan cendawan (mushroom).
Kelompok
organisme yang termasuk dalam kelompok Fungi adalah:
-
Phylum
Phycomycetes
-
Phylum
Ascomycetes
-
Phylum
Basidiomycetes
-
Phylum
Myxomycophyta
Saientis yang
lain mengelompokkan fungi dalam :
-
Fungi tingkat
rendah,
yaitu Deuteromycetes, Zygomycetes, dan Oomycetes.
-
Fungi tingkat
tinggi,
yaitu Ascomycetes dan Basidiomycetes.
Kingdom
Plantae
Anggota
kingdom ini umumnya adalah organisme multiseluler dan fotosintetik.
Diduga
mereka berevolusi dari algae hijau berfilamen yang menyerbu daratan
sekitar 400
juta tahun yang lalu. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota-anggota
kingdom
Plantae adalah organisme teresterial saat ini, hanya beberapa jenis
tumbuhan
saja yang masih hidup di perairan (akuatik).
Kelompok
kingdom Plantae terdiri dari :
-
Phylum
Rhodophyta (algae
merah)
-
Phylum
Phaeophyta (algae
coklat)
-
Phylum
Chlorophyta (algae
hijau)
-
Phylum Bryophyta
(algae
lumut)
-
Phylum
Tracheophyta :
a.
Gymnospermae
b. Angiospermae: 1. Monocotyledoneae
2. Dicotyledoneae
Ketiga Algae
(merah, coklat, dan hijau ) termasuk dalam Divisio
Thallophyta, yaitu tumbuhan berbentuk thallus
yang tidak memiliki akar,
batang, daun, dan jaringan pembuluh. Algae lumut (Bryophyta)
adalah tumbuhan yang sudah tidak berbentuk thallus dan tidak
berpembuluh. Sedang
Tracheophyta
adalah tumbuhan yang sudah tidak berbentuk thallus dan berpembuluh.
Kelompok
Tracheophyta terbagi dalam
Gymnospermae,
yaitu tumbuhan yang berpembuluh dan berbiji telanjang, dan
Angiospermae, yaitu tumbuhan berpembuluh
dengan biji tertutup. Angiospermae
terbagi lagi dalam 2 kelas, yaitu
Monocotyledoneae merupakan tumbuhan berdaun dengan
biji tunggal dan
Dicotyledoneae
merupakan tumbuhan berdaun dengan biji ganda.

Phylum Rhodophyta

Phylum Chlorophyta

Phylum Chlorophyta

Phylum Bryophyta

Kelompok Gymnospermae

Monocotyledoneae
Dicotyledoneae
Kelompok Angiospermeae
Kingdom
Animalia
Kingdom ini
berjumlah spesies terbesar sekitar 1,3 juta atau 75% dari semua spesies
organisme yang masih ada sekarang. Anggota kingdom ini berukuran
multiseluler,
cara makan yang heterotrof, motil, kebanyakan melakukan reproduksi
seksual.
Anggota kingdom animalia bernenek moyang protista yang terdiri atas
Phylum hewan
Avetebrata dan Phylum hewan Vertebrata.
Kelompok hewan
Animalia meliputi:
-
Phylum
Platythelmintes
-
Phylum Nematoda
-
Phylum Molusca
-
Phylum Annelida
-
Phylum
Arthropoda
-
Phylum
Echinodermata
-
Phylum Chordata
Kelompok
Porifera
atau kelompok hewan yang paling primitif, kemudian Cnidaria atau
kelompok hewan
yang lebih komplek daripada Porifera.
Platythelmintes
atau kelompok cacing pipih (contoh: cacing pita/ cacing tambang), hidup
parasitik. Cacing gilik
Nematoda
hidupnya juga parasitik baik pada tumbuhan maupun hewan.
Molusca
adalah kelompok hewan terbesar (lebih dari 100.000) setelah Arthropoda
(lebih
dari 900.000). Anggota Molusca ditemukan di semua habitat sehingga
mereka
dikenal sebagai hewan kosmopolit.
Annelida
adalah cacing bersegmen internal-eksternal dan hidup di semua habitat.
Sedangkan
Arthropoda
tubuh bersegmen hanya pada bagian eksternal saja. Ciri yang menonjol
pada
Arthropoda adalah terdapat rangka luar (exoskeleton) yang membungkus
tubuhnya.
Echinodermata
adalah hewan yang lebih maju sejajar dengan Chordata, hanya tidak
memperlihatkan
adanya chepalisasi. Dan terakhir
Chordata
memperlihatkan dengan jelas adanya chepalisasi dan semua anggotanya
mempunyai
tulang belakang (chorda dorsalis). Anggota chordata terdiri dari
Pisces,
Amphibia,
Reptil,
Aves,
dan
Mamalia.

Phylum Porifera

Phylum Platythelminthes

Phylum Nematoda

Phylum Molusca

Phylum Annelida

Phylum Arthropoda

Phylum Echinodermata

Pisces

Amphibia

Reptilia

Aves

Mamalia