Sabtu, 09 Agustus 2014

refrensi


Bierer, L.M. and Violetta, F.L. 1985. Heath Life Science. D.C. Heath and Company. Massachusetts.
�        Brandwein, P.F., Daniel, J.B., Arthur, W.G. and Warren, E.Y. 1975. Life A Biological Science. Harcourt Brace Jovanovich. New York.
�        Camp, P.S. and Karen, A. 1981. Exploring Biology. Saunders College Publishing. Philadelphia.
�        Ward, J.A. and Howard R.H. 1980. Biology Today and Tomorrow. West Publishing Company. St. Paul.

latihan


Pilihlah salah satu jawaban dari A,B,C,atau D yang Anda anggap paling benar !
1. Euglena termasuk dalam kelompok organisme�..
a) Eukariota uniseluler
b) Eukariota multiseluler
c) Prokariota uniseluler
d) Prokariota multiseluler
2. Salah satu anggota kingdom fungi adalah organisme dari phylum�..
a) Sporozoa
b) Basidiomycetes
c) Rhodophyta
d) Schizophyta
3. Kelompok hewan animalia yang dikenal sebagai hewan kosmopolit adalah�..
a) Nematoda
b) Annelida
c) Arthropoda
d) Molusca
4. Tumbuhan lumut memiliki ciri khas, yaitu�..
a) berbentuk thallus dan tidak berpembuluh
b) berbentuk thallus dan berpembuluh
c) tidak berbentuk thallus dan tidak berpembuluh
d) tidak berbentuk thallus dan berpembuluh
5. Sistem ekskresi yang melalui nephridia adalah�.
a) Cacing pipih
b) Cacing tanah
c) Udang
d) Protozoa
6. Sistem ekskresi pada hewan tingkat tinggi adalah melalui�..
a) rongga berdenyut
b) sel api
c) ginjal
d) nephridia
7. Sistem transportasi yang berfungsi mengontrol eliminasi kadar garam yang larut dalam cairan darah, yaitu sistem�..
a) Pencernaan
b) peredaran darah
c) respirasi
d) ekskresi
8. Kelompok hewan yang mempunyai sistem peredaran darah tertutup adalah�..
a) Annelida
b) Pisces
c) Amphibia
d) Reptil
9. Pada manusia yang menentukan jenis kelamin suatu individu baru yaitu�..
a) sel
b) gen
c) kromosom seks
d) kromosom otosom
10. Berikut organ yang merupakan bagian dari sistem reproduksi jantan, kecuali�..
a) serviks
b) kelenjar prostata
c) vas deferens
d) testis

materi 3 (ekspresi gen)


 Ekspresi Gen
Hasil penelitian Mendel:

Mendel melakukan persilangan monohibrid (antara dua tanaman yang memperlihatkan versi berbeda dari satu sifat). Persilangan membuktikan bahwa satu gen dapat mempunyai bentuk molekul berbeda (alel), dan beberapa alel dominan terhadap bentuk resesifnya. Persilangan ini menghasilkan perbandingan fenotip dengan perbandingan 3:1. Hasil persilangan monohibrid oleh Mendel memunculkan Teori Segregasi, yaitu sel-sel diploid memiliki pasangan gen (pada pasangan dari kromosom homolog). Pada peristiwa meiosis, 2 gen dari setiap pasang bersegregasi (berpisah) dan berakhir pada gamet-gamet yang berbeda.
Pada persilangan dihibrid (antara dua tanaman berbeda yang memperlihatkan versi berbeda dari 2 sifat) menghasilkan perbandingan fenotip 9:3:3:1. Hasil persilangan dihibrid oleh Mendel memunculkan Teori Independent Assortment, yakni pada peristiwa meiosis, pasangan-pasangan gen dari kromosom homolog cenderung untuk memisah dan menjadi bagian dari gamet yang satu atau lainnya secara mandiri.
Genetika Manusia
Gen adalah unit instruksi untuk sifat yang dapat diwariskan dan tersusun satu dengan lainnya disepanjang kromosom.
Sel-sel diploid (2n) memiliki pasangan kromosom homolog yang mempunyai panjang, bentuk dan sekuens gen yang sama (kecuali pada kromosom khusus), dan saling berbaris satu sama lain pada saat meiosis.
Kromosom seks adalah kromosom yang keberadaannya menentukan jenis kelamin suatu individu baru apakah menjadi jantan atau betina. Contoh dari kromosom seks adalah kromosom x dan y. Pasangan kromosom lainnya yang terdapat baik pada individu jantan maupun betina disebut sebagai otosom.
Pewarisan dapat ditunjukkan melalui silsilah, yaitu skema hubungan genetik melalui garis keturunan.

materi 2 (Sistem Koordinasi)


Sistem Koordinasi
 
 
A.    Sistem integumen, skelet, dan perototan
Sistem integumen adalah bagian dari tubuh yang letaknya langsung berhubungan dengan lingkungan luar dimana hewan itu hidup. Oleh karena itu struktur integumen atau kulit tubuhnya sangat bervariasi sesuai dengan lingkungan hidupnya. Integumen mempunyai beberapa fungsi diantaranya: di dalamnya terdapat ujung syaraf peraba, membantu mengatur suhu dan mengendalikan hilangnya air dari tubuh dan mempunyai sedikit kemampuan eksretori, sekretori, dan absorpsi.
 
Sistem rangka/skelet merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh, yang berfungsi untuk menyokong dan melindungi tubuh tempat melekatnya otot, dan tempat pembentukan sel-sel darah. Tulang adalah jaringan penunjang tubuh yang tersusun atas tulang rawan dan tulang sejati. Tulang rawan mempunyai jaringan yang liat dan lentur karena tersusun dari bahan yang kental, mengandung glikosaminoglikan kompleks, protein khondromukoid, asam khondroin sulfat, dan asam hialuronat. Sedang tulang sejati adalah jaringan yang terkeras dari semua jaringan yang ada dalam tubuh. Hal ini disebabkan jaringan tersebut banyak mengandung garam kapur fosfat. Pada hewan dikenal dua bentuk tulang, yaitu eksoskelet dan endoskelet. Eksoskelet berbahan dasar kitin, sedang endoskelet berbahan dasar kapur.
 
Sistem otot, pada tubuh hewan otot dapat mencapai 50% dari berat total tubuh. Sebagian besar otot melekat pada rangka sehingga ada yang menyebut otot rangka. Fungsi umum otot adalah sebagai penggerak rangka dari posisi asal ke posisi yang berbeda. Menentukan letak bagian rangka pada posisi tertentu, mempertahankan bentuk tubuh dan penghasil panas, dan berperan dalam mempertahankan tekanan osmosis cairan tubuh. Secara visual, otot terdiri dari otot polos dan otot lurik.



B.     Sistem Syaraf
Semua organisme hidup, mudah terkena rangsang atau stimulus. Oleh sebab itu setiap organisme sensitif terhadap perubahan stimulus baik yang berasal dari dalam tubuh sendiri maupun yang berasal dari lingkungan luar. Untuk menerima stimuli ini yang kemudian menghantarkan ke bagian-bagian tubuh yang lain  dan selanjutnya menghasilkan respon yang diharapkan, maka sebagian besar hewan mempunyai alat-alat yang berfungsi untuk keperluan tersebut. Alat-alat ini bergabung dalam satu sistem yang dikenal sebagai sistem syaraf. Sistem syaraf pada hewan vertebrata, termasuk manusia terbagi atas sistem syaraf pusat dan sistem syaraf tepi yang berfungsi sebagai alat koordinasi terbagi atas sistem syaraf pusat dan sistem syaraf tepi yang berfungsi sebagai alat koordinasi antar organ pada tubuh. Sedang sistem syaraf pada hewan masih sangat sederhana, terutama pada protozoa dan porifera belum ada.

   
             
Hewan Vertebrata (Amphibia)                                      Manusia
C.     Sistem Endokrin
Kelenjar adalah suatu organ tubuh yang menghasilkan sekresi berbentuk cair. Kelenjar dalam tubuh dapat diklasifikasikan sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar eksokrin mengeluarkan produknya melalui saluran, contohnya adalah kelenjar keringat. Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk menyalurkan hasil sekresinya. Hasil sekresinya langsung disalurkan ke dalam pembuluh darah. Produknya berupa zat organik yang dikenal sebagai hormon. Kelenjar-kelenjar endokrin berfungsi regulatoris dan koordinatif sekunder disamping sistem syaraf.

 
D.     Sistem Reproduksi
 
Sistem reproduksi merupakan sistem organ yang peranannya sangat penting untuk menghasilkan sel-sel kelamin, yaitu berupa testis untuk menghasilkan kelenjar kelamin jantan/sperma dan ovarium (indung telur) menghasilkan sel telur/ovum. Dengan reproduksi ini spesies/suatu jenis hewan akan dipertahankan keberadaannya di alam habitatnya dalam populasi komunitas hidup. Sel kelamin jantan dan sel telur yang bersatu akan menjadi zigot yang kemudian akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Sistem reproduksi jantan pada manusia terdiri dari testis, epididimis, vasdeferens, vetikulus seminalis, dictus ejakulatorius, kelenjar prostata, kelenjar bulbourethralis, dan urethra. Sistem reproduksi betina pada manusia terdiri dari ovarium, oviduk, uterus, serviks, dan vagina.

Hewan Vertebrata (Amphibia)

Manusia

materi 2 (transportasi)


Sistem Transportasi
 
 
A.    Sistem Percernaan
Sistem pencernaan adalah merupakan beberapa bentuk dari rongga tubuh atau saluran yang pertama mencerna makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk partikel. Partikel tersebut kemudian dapat melewati dinding usus dan masuk ke dalam sistem sirkulasi (peredaran darah) yang akan disalurkan ke seluruh tubuh. Fungsi utama sistem pencernaan makanan adalah untuk menyederhanakan/memproses suatu bahan2 makanan yang berguna, sehingga dapat dimanfaatkan bagi tubuh. Bila ditinjau dari prosesnya maka sistem pencernaan meliputi organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan, mekanismenya dan penyediaan zat-zat makanan serta pengeluaran sisa-sisa hasil pencernaan keluar dari tubuh. Sistem pencernaan pada manusia terbagi menjadi bagian-bagian yang khas atau terspesialisasi yang meliputi: mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, kolon, rektum, dan anus. Dua organ utama yang membantu dalam pencernaan makanan ialah pankreas dan hati.


Hewan Avertebrata (Arthropoda)

B.     Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah merupakan salah satu sistem yang peranannya sangat penting dalam struktur tubuh hewan, terutama hewan-hewan vertebrata. Berbeda dengan hewan tingkat rendah atau avertebrata. Peranan dari sistem ini tidak begitu penting. Hal ini karena struktur hewan avertebrata masih sangat sederhana dan bahan-bahan materi di dalam tubuh diangkut secara difusi dan dialirkan dalam tubuh sebagai akibat dari gerakan tubuh. Jadi semakin besar tubuh hewan dan semakin tinggi derajat dari hewan tersebut, maka semakin komplek struktur tubuh hewan. Sehingga memerlukan sistem peredaran darah untuk mengangkut bahan/materi seperti gas pernafasan, sari makanan, bahan-bahan sisa-sisa hasil metabolisme hormon dan antibodi.
Sistem peredaran pada hewan dikenal ada 2 macam, yakni sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah terbuka dijumpai pada jenis hewan avertebrata. Sdangkan yang tertutup dijumpai pada hewan vertebrata, termasuk pada manusia. Sistem peredaran darah yang tertutup mempunyai 3 komponen, yakni jantung, pembuluh, dan darah.

   
              
Hewan Vertebrata (Amphibia)                                      Manusia
 
C.     Sistem Ekskresi
Ekskresi adalah suatu proses dalam tubuh untuk melepaskan/membuang sisa metabolisme antara lain melalui kulit, paru-paru dan insang, dan membuang sisa-sisa garam nitrogen (N), garam-garam lain dan cairan melalui ginjal. Selain fungsi tersebut pada hewan vertebrata sistem ekskresi juga mengontrol eliminasi kadar garam yang larut dalam cairan darah melalui ginjal serta memelihara konsentrasi garam-garam tersebut dalam tubuh. Organ utama untuk proses ekskresi pada hewan tingkat tinggi atau vertebrata adalah ginjal. Pada hewan tingkat rendah/avertebrata seperti protozoa, proses ini melalui organ rongga berdenyut, pada cacing pipih melalui sel api, pada udang melalui kelenjar hijau, pada arthropoda lain melalui tubuh malphigi dan pada cacing tanah melalui nephridia.

 
   
             
Hewan Vertebrata (Amphibia)                                      Manusia

[TOP /ATAS]
 
D.    Sistem Respirasi
Hewan memerlukan gas O2 untuk proses metabolisme dan membuang gas CO2 sebagai sisa hasil metabolisme pertukaran gas tersebut disebut respirasi, yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan parsial gas-gas yang bersangkutan di dalam dan di luar tubuh. Pernafasan semacam ini dikenal juga sebagai pernafasan aerobik. Bila hewan lain yang dalam proses pernafasannya melepaskan CO2 ke dalam lingkungannya, tetapi tidak mengambil O2 dari lingkungannya, pernafasan seperti ini disebut anaerobik. Sistem respirasi pada manusia terbagi menjadi beberapa bagian, yakni rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan pulmo. Pulmo terdiri atas bronkiolus, kantung alveolus, dan alveolus.

Hewan Avertebrata (Arthropoda)

Hewan Vertebrata (Amphibia)

[TOP /ATAS]


Materi 1


Keanekaragaman organisme disebabkan oleh evolusi biokimiawi dan evolusi struktur tubuh organisme. Proses evolusi terjadi karena perubahan lingkungan abiotik/habitat, tempat organisme tersebut melakukan aktivitasnya. Hasil dari proses evolusi organisme tersebut memberikan gambaran khas suatu kelompok organisme yang digunakan para saintis untuk klasifikasi organisme. Pengelompokan dan pengklasifikasian organisme didasarkan oleh karakter morfologi dan keprimitifan kelompok organisme. Sehingga klasifikasi organisme menjadi cerminan perjalanan evolusinya.
Saat ini dikenal ada 5 kelompok (kingdom) organisme, yakni:
  1. Kingdom Monera
  2. Kingdom Protista
  3. Kingdom Fungi
  4. Kingdom Plantae
  5. Kingdom Animalia
Secara skematis, garis evolusi kelompok-kelompok organisme tersebut sebagai berikut:

Sumber : Ward & Hetzel (1980)
Kingdom monera
Organisme prokariata dengan ciri inti sel primitif, ribosom yang unik dan tidak ada organel sel pada sitoplasma.
Terbagi dalam 2 kelompok:
1.       Eubacteria (bacteri sejati), contoh: bakteri E. coli
2.     Archaebacteria (bakteri purba)
Ad 1. Alga biru (blue green algae)/Phylum Cyanophyta atau Cyanobacteria, yang memiliki sebuah membran jaringan kerja yang penuh dengan pigmen tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
Ad 2. Bacteria/Phylum Schizophyta dengan ciri mempunyai lipida pada membran sel, dinding selnya tidak mempunyai peptidoglikan, dan dapat hidup ditempat yang sangat ekstrem.

Phylum Cyanophyta

Phylum Schizophyta
Kingdom Protista
Protista adalah kelompok eukariota uniseluler dengan anggota sebagian bersifat hewan (=protozoa) dan sebagian lagi bersifat tumbuhan (=protophyta). Protophyta ini mempunyai anggota dari beberapa tumbuhan algae (algae uniseluler).
Yang termasuk dalam kelompok protozoa:
  1. Phylum Zoomastigina, contoh: Tripanosoma
  2. Phylum Sarcodina, contoh: Foraminifera, Radiolaria, Amoeba
  3. Phylum Sporozoa, contoh: Sporozoa
  4. Phylum Ciliophora, contoh: Paramecium
Kelompok algae uniseluler (Protophyta)
  1. Phylum Euglenophyta, contoh: Euglena
  2. Phylum Chrysophyta, contoh: Diatomae
  3. Phylum Pyrrophyta, contoh: Dinoflagelata

Kelompok Protozoa

Phylum Euglenophyta

Phylum Chrysophyta
Kingdom Fungi
Organisme eukariota  multiseluler yang non-fotosintetik yaitu tidak memiliki kloroplas. Fungi tumbuh dengan mycelium/hyphae di bawah tanah, dan dinding selnya mirip dengan dinding sel tumbuhan. Fungi terdiri dari khamir (yeast), kapang (mold), dan cendawan (mushroom).
Kelompok organisme yang termasuk dalam kelompok Fungi adalah:
  1. Phylum Phycomycetes
  2. Phylum Ascomycetes
  3. Phylum Basidiomycetes
  4. Phylum Myxomycophyta
Saientis yang lain mengelompokkan fungi dalam :
  1. Fungi tingkat rendah, yaitu Deuteromycetes, Zygomycetes, dan Oomycetes.
  2. Fungi tingkat tinggi, yaitu Ascomycetes dan Basidiomycetes.
Kingdom Plantae
Anggota kingdom ini umumnya adalah organisme multiseluler dan fotosintetik. Diduga mereka berevolusi dari algae hijau berfilamen yang menyerbu daratan sekitar 400 juta tahun yang lalu. Sehingga dapat dikatakan bahwa anggota-anggota kingdom Plantae adalah organisme teresterial saat ini, hanya beberapa jenis tumbuhan saja yang masih hidup di perairan (akuatik).
Kelompok kingdom Plantae terdiri dari :
  1. Phylum Rhodophyta (algae merah)
  2. Phylum Phaeophyta (algae coklat)
  3. Phylum Chlorophyta (algae hijau)
  4. Phylum Bryophyta (algae lumut)
  5. Phylum Tracheophyta :  a. Gymnospermae
    b. Angiospermae: 1. Monocotyledoneae
                              2. Dicotyledoneae
 
Ketiga Algae (merah, coklat, dan hijau ) termasuk dalam Divisio Thallophyta, yaitu tumbuhan berbentuk thallus yang tidak memiliki akar, batang, daun, dan jaringan pembuluh. Algae lumut (Bryophyta) adalah tumbuhan yang sudah tidak berbentuk thallus dan tidak berpembuluh. Sedang Tracheophyta adalah tumbuhan yang sudah tidak berbentuk thallus dan berpembuluh. Kelompok Tracheophyta terbagi dalam Gymnospermae, yaitu tumbuhan yang berpembuluh dan berbiji telanjang, dan Angiospermae, yaitu tumbuhan berpembuluh dengan biji tertutup. Angiospermae terbagi lagi dalam 2 kelas, yaitu Monocotyledoneae merupakan tumbuhan berdaun dengan biji tunggal dan Dicotyledoneae merupakan tumbuhan berdaun dengan biji ganda.


Phylum Rhodophyta

Phylum Chlorophyta

Phylum Chlorophyta

Phylum Bryophyta

Kelompok Gymnospermae


Monocotyledoneae                                               Dicotyledoneae

Kelompok Angiospermeae
Kingdom Animalia
Kingdom ini berjumlah spesies terbesar sekitar 1,3 juta atau 75% dari semua spesies organisme yang masih ada sekarang. Anggota kingdom ini berukuran multiseluler, cara makan yang heterotrof, motil, kebanyakan melakukan reproduksi seksual. Anggota kingdom animalia bernenek moyang protista yang terdiri atas Phylum hewan Avetebrata dan Phylum hewan Vertebrata.
Kelompok hewan Animalia meliputi:
  1. Phylum Platythelmintes
  2. Phylum Nematoda
  3. Phylum Molusca
  4. Phylum Annelida
  5. Phylum Arthropoda
  6. Phylum Echinodermata
  7. Phylum Chordata
Kelompok Porifera atau kelompok hewan yang paling primitif, kemudian Cnidaria atau kelompok hewan yang lebih komplek daripada Porifera. Platythelmintes atau kelompok cacing pipih (contoh: cacing pita/ cacing tambang), hidup parasitik. Cacing gilik Nematoda hidupnya juga parasitik baik pada tumbuhan maupun hewan. Molusca adalah kelompok hewan terbesar (lebih dari 100.000) setelah Arthropoda (lebih dari 900.000). Anggota Molusca ditemukan di semua habitat sehingga mereka dikenal sebagai hewan kosmopolit. Annelida adalah cacing bersegmen internal-eksternal dan hidup di semua habitat. Sedangkan Arthropoda tubuh bersegmen hanya pada bagian eksternal saja. Ciri yang menonjol pada Arthropoda adalah terdapat rangka luar (exoskeleton) yang membungkus tubuhnya. Echinodermata adalah hewan yang lebih maju sejajar dengan Chordata, hanya tidak memperlihatkan adanya chepalisasi. Dan terakhir Chordata memperlihatkan dengan jelas adanya chepalisasi dan semua anggotanya mempunyai tulang belakang (chorda dorsalis). Anggota chordata terdiri dari Pisces, Amphibia, Reptil, Aves, dan Mamalia.

Phylum Porifera

Phylum Platythelminthes

Phylum Nematoda

Phylum Molusca

Phylum Annelida

Phylum Arthropoda

Phylum Echinodermata

Pisces

Amphibia

Reptilia

Aves

Mamalia