Pendahuluan
Dalam matematika banyak
dijumpai operasi
balikan
atau
inversi. Misalnya
penambahan dengan pengurangan, perkalian dengan pembagian, pemangkatan
dengan
penarikan akar, eksponensial dengan logaritma, integral dengan turunan,
dan
lain-lain. Khusus untuk yang berkaitan dengan bahasan ini,
integral
yang merupakan balikan dari
Turunan
atau
Derivatif.
Turunan dibahas lebih dahulu dari pada integral, bahkan integral
juga diberi istilah antiturunan. Dengan demikian, apabila ingin lebih
lancar belajar
integral maka sebaiknya Anda menguasai terlebih dahulu materi turunan
atau derivatif.
Pembahasan
integral tak
tentu (walaupun tidak harus berurutan) didahului dengan pendahuluan,
integral fungsi sederhana, metode substitusi, metode parsial, integral
fungsi trigonometri,
integral fungsi rasional dan diakhiri dengan bentuk perasionalan.
Setiap materi dilengkapi
dengan contoh-contoh secukupnya, termasuk contoh yang dengan sengaja
tidak
lengkap penyelesaiannya. Setiap soal Latihan dilengkapi jawaban. Namun
sangat
dianjurkan, bahwa melihat jawaban apabila Anda betul-betul tidak dapat
menyelesaikannya).
Setelah mempelajari
materi suplemen ini diharapkan Anda secara umum dapat lebih luas
menguasai
integral tak tentu dan secara khusus dapat : (1) menjelaskan konsep
integral tak
tentu, (2) menghitung integral fungsi-fungsi sederhana, (3) menghitung
integral
tak tentu dengan metode substitusi, (4) menghitung integral tak tentu
dengan
metode parsial, (5) menghitung integral berbagai bentuk fungsi
trigonometri, (6)
menghitung
integral fungsi rasional, dan (7) menghitung integral bentuk
ketakrasionalan
kuadrat.
Integral Fungsi Sederhana
.
Definisi
: Fungsi F disebut anti turunan (anti derivatif) f pada
interval
[a,b], jika di setiap titik
berlaku
.
Contoh 1.
Misal
dan
,
maka :
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
(C suatu konstanta)
Dengan
demikian
anti turunan tidak tunggal (kalau ada).
Definisi
: Integral Tak Tentu fungsi f(x) ditulis
dan
didefinisikan sebagai
dengan F(x)
suatu fungsi yang memenuhi

dan C suatu konstanta pengintegralan.
Contoh
2.
Contoh
3.
Sifat-sifat Integral tak Tentu
Contoh
4.
dengan C1
+ C2 = C
= ...
dst
Metoda Substitusi
Contoh 1. Hitung

Jawab : misalkan

Jadi,
Atau dengan
Cara Lain
Contoh
2. Hitung

Jawab : substitusi
Jadi,
Contoh
3. Hitung

Jawab : ....................
(substitusi
u = sin x)
Contoh
4. Hitung

Jawab : ...................
(substitusi
u = ln x)
Metode Parsial
Misalkan
perkalian
dua fungsi.
Apabila diturunkan
maka
diperoleh,
kalau dipindah
ruas dapat
ditulis sebagai,
Apabila bentuk
yang
terakhir ini diintegralkan, maka diperoleh :
(Ini
dikenal sebagai metode parsial)
Contoh 1. Hitung
Jawab
:
dapat
ditulis sebagai 
sehingga,
Jadi,
Contoh 2. Hitung 
Jadi,
Contoh 3. Hitung 
Jawab :
...................
teruskan sendiri !
����...
jika menyerah
!
Contoh 4. Hitung 
Jawab :
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Integral
Fungsi
Trigonometri
Beberapa
integral fungsi trigonometri berikut :
memiliki karakteristik penyelesaian yang berbeda-beda.
Integral
Fungsi Rasional
Fungsi rasional
adalah
fungsi yang dapat dinyatakan sebagai :
;
di mana (f(x) dan g(x) masing-masing
merupakan
polinom.
Contoh : 1. h(x)
=
;
dan
.
di sini pangkat
pembilang 2 lebih kecil dari pangkat
penyebut 3
dan disebut pecahan sejati.
Contoh : 2. h(x)
=
;
dan
.
di sini pangkat
pembilang 4 lebih besar dari pangkat
penyebut 3
dan disebut pecahan tak sejati.
Bagaimana
menghitung integral fungsi pecahan
tersebut ?
Penyelesaian
integral fungsi pecahan
tak sejati agak
berbeda sedikit
dengan penyelesaian
pecahan sejati. Pada fungsi
pecahan tak sejati dibuat menjadi
pecahan sejati terlebih dahulu yaitu dengan cara membagi pembilang
dengan
penyebutnya, langkah berikutnya sama seperti pada penyelesaian pecahan
sejati.